Selasa, 19 Jun 2012

Pantun Budak Hitam


Ikan cencaru dibuat lauk,
Langsung digoreng tidak diperap;
Endut dimarah, suami diamuk,
Bila badan rasa tak sedap.

Ke pasaraya menebus baucar,
Rupanya dapat cakera keras;
Hati bernanah diluka pacar,
Sesudah sembuh baru dibalas.

Dua kaki panjangnya tombak,
Buat ditusuk sang ikan todak;
Hendak bukan sebarang hendak,
Suami orang kutuju sajak.


 

Jumaat, 15 Jun 2012

Literatur Ranjang

   *14 Jun 2012, tulisan bersama Keruang Katarsis


Dara:
Kian lama berindu dendam
Bakalan kutemu juga sang tuan
Usai sudah perhimpunan alam
Maukah tubuh kita bersatuan?

Pria:
Gelora di gunung, kayuhan di samudera
Bersatu tubuh pastinya mistik
Menyusuk akal di susur mantik
Meredam rasa yang kini tiba

Dara:
Subur kini jiwa yang rontok
Semaian benih makin beraja
Bak pari-pari asmara gila dirasuk
Di ranjang kita enak bersahaja

 Pria:
Nafas bertalu tiada bersabdu
Meniupkan montok dan tegar berdiri
Di ranjang bertemu bak das peluru
Melampiaskan rasa berlara api

Dara:
Empat nafas lagi sayang
Ke kiri ke kanan kita mengengsot
Terpaan mu tajam tubuhku girang
Gara-gara usapanmu rakus membusut

Pria:
Tajam ditikam dijerit girang
Utara selatan tengkujuh dipusar
Busut dirayu dengan titisan
Halus mulusmu menjadi gebar

Dara:
Erangan demi erangan aku dengarkan
Tertendang gerobok, tersadung kakimu
Makin likat segala cairan
Denganmu sayang, mustahil ku jemu

Pria:
Terpacak langsung kerisku, dengan madahmu
Mengasak nurani bermain indah mimpi
Terbayang ranjang indahmu, minda meluru
Nafas celaru walau ilusi

Dara:
Pekat malam, sepekat muntahan kerismu
Keringatan  berbelas-belas minit
Berbalas serang, tubuhku tubuhmu
Ke bilik mandi, kita menginjit

Jerebu

haruman jerebu bak gebar kota
dicium dihidu meranalah kita
hari-hari masuk berita
mahukah yang bacul mengerti semesta