Isnin, 17 Disember 2012

Duhai Dianku ..


Di matamu ku lihat retak kaca
wajahku di situ pecah-pecah bak rasa percayamu
sugulmu kau sembuyikan kemas-kemas
gelora hatimu kau nyahkan dalam -dalam
agar tak ketahuan olehku

Tadi aku singgahi masa silam kita
bagai wayang kulit yang tak ada tukang cerita
tapi akulah gamelan, dan kau .. diannya
walau layar putih itu hebat rabaknya
tetap galak berirama

Saat perpisahan menemukan rindu yang menggila
bertahanlah kasihku ..
cintaku kekal bagai dulu
ketidakadaanku bukan selalu
dalam jiwamu ku masih di situ



*Kedai Kopi Starbucks, Bangsar Village, suatu senja tak seperti biasa. Bertemankan Nina 




Tiada ulasan: